Selasa, 04 November 2014

Perintah Manajemen Proses di Linux

Manajemen Proses Linux adalah salah satu hal yang sangat penting yang harus dikuasi oleh seorang teknisi Komputer. Karena selain kita menegetahui proses di windows, kita harus tahu peoses di linux dan dengan penguasaan manajemen proses ini kita bisa mengetahui proses apa saja yang running pada setiap user.

Perintah inti dari proses manajemen proses di Linux adalah :
  1. ps
  2. kill

IDENTITAS PROSES

Berikut adalah beberapa identitas dari Proses yang ada di Linux :

  1. PID ( Proccess ID )
     adalah pengenalan unik suatu proses, dimana digunakan untuk menentukan proses-proses mana yang di bawa saat suatu aplikasi dijalankan atau melakukan proses pengiriman signal, mengubah, dan menunggu proses lainnya. PID sendiri  merupakan bilangan 32 bit yang dibatasi oleh Linux dari range 0-32767 untuk menjamin kompatibilitas dengan UNIX tradisional.
  2. Credentials ( Mandat )
    adalah Pengaturan akses yang dipengaruhi oleh User ID dan Group ID. Jadi kita dapat mengatur hak akses atau Credetials setiap user, group, dll.
  3. Personality
    adalah sebuah hal yang cukup jarang ditemukan dalam sistem UNIX, namun sangat berpengaruh dalam proses system call dan pengiriman signal dari suatu aplikasi.

PERINTAH PS

Perintah atau command ps (process status) di gunakan untuk menampilkan informasi proses yang sedang berjalan termasuk nomor PID (Process Identification Number) dari proses tersebut. Proses atau biasa disebut task akan berjalan jika ada sebuah aplikasi yang sedang dijalankan, setiap proses yang berjalan oleh system diberi nomor PID yang unik.
Syntak dasar dari perintah PS adalah :
  • PS [option]
Jika anda menggunakan perintah ps tanpa diikuti option apapun, maka akan ditampilkan output standart dari perintah ps tersebut yang terdiri dari PID, TTY, TIME, dan CMD.

Lihat gambar dibawah ini!














  • $ ps u





  • $ ps –u <user>
Menampilkan proses yang sedang dijalankan oleh user tertentu. Hanya melihat proses yang dilakukan pemakai, melihat proses secara spesifik.






Mencari proses lainnya gunakan opsi a,au dan aux

  • $ ps –a
untuk melihat proses lain yang ada









  • $ ps –au
memiliki fungsi yang sama dengan opsi -a yaitu untuk melihat proses lain yang ada










  • $ ps –aux
 untuk menampilkan semua prosess yang sedang berjalan.
  

















option -a akan menampilkan semua user yang sedang menjalankan proses, option -u berfungsi untuk menampilkan semua proses lain yang sedang berjalan, option -x berfungsi untuk menampilkan proses yang tidak dikontrol oleh terminal (tty) seperti daemon yang dijalankan saat booting.

Melihat proses yang sedang berjalan
  • $ top

Informasi yang ditampilkannya cukup lengkap meliputi lamanya sistem sudah berjalan, jumlah user yang sedang aktif, penggunaan CPU, penggunaan memori, penggunaan swap, hingga daftar proses yang sedang berjalan di sistem.













  • $ htop
Program yang digunakan untuk untuk memantau proses secara interakif. Htop merupakan program yang mirip dengan top, tetapi dengan tambahan fasilitas tampilan scroll ke atas atau kesamping, menghentikan proses, atau mengatur prioritas proses tanpa harus menghapal PID dari proses.





Gambar diatas ini menerangkan bahwa perintah htop ini tidak dapat dieksekusi karena pelu koneksi ke internet.

 Catatan :untuk install htop ketik command sudo apt-get install htop.

Menampilkan hubungan proses parent dan child
  • $ ps –eH

Menampilkan hubungan proses parent dan child. Opsi e digunakan untuk memilih semua proses sedangkan H digunakan untuk menampilkan proses secara hierarki.















Lihat Gambar dibawah ini, lebih terlihat proses parent dan child, contohnya : parent yaitu bash dan child yaitu ps.






  • $ ps –eF

Menampilkan hubungan proses parent dan child serta letak prosesnya, menampilkan semua proses dengan format data penuh.












Menampilkan semua proses pada sistem dalam bentuk hirarki parent/child
  • $ pstree

Menampilkan proses yang sedang berjalan dalam bentuk bagan

























Menghentikan suatu proses/job

Perintah kill adalah salah satu perintah daasar Linux yang digunakan untuk menghentikan atau mematikan proses yang sedang berjalan pada Sistem Operasi Linux / UNIX. perintah ini sangat penting karena dengan memahami perintah ini kita bisa mengetahui mana proses yang mengganggu performa, tidak dibutuhkan, dll.
  • $ kill <PID>

PID adalah nomor proses yang akan di hentikan. Tidak tahu PID proses mana yang akan dihentikan? Cobalah bereksperimen dengan perintah: ps aux.
Misalnya kita akan menghentikan proses dengan nomor PID 4211, lihat gambar dibawah ini! Disini nomor PID 4211 adalah nomor PID firefox yg sedang saya buka. Jika di kill maka firefox yg sedang saya buka akan diberhentikan prosesnya.






  • $ pkill <nama proses>

Contoh : pkill firefox






Perintah lainnya :
$ kill %<nomor job> contoh: kill %1
$ pkillall <nama proses> contoh : pkillall firefox

Mengubah prioritas suatu proses
  • $ renice <prioritas> <PID>

perintah renice digunakan untuk merubah suatu prioritas suatu proses





Sumber :

Modul praktikum mata kuliah Sistem Operasi 2012


Selasa, 28 Oktober 2014

cheat sheet perintah dasar Linux

Bismillahirohmanirrohim. . . .

Berhubungan dengan tugas sistem operasi, saya akan berbagi kepada kalian apa saja perintah-perintah dasar pada CLI ( Command Line Interface) di Linux.
Langsung aja ya ayoooo lihat gambar dibawah ini teman-teman ^_^








Terimakasih telah mengunjungi Blog ini :D

Sumber :
[Latihan] Praktikum SO 1.pdf

Selasa, 21 Oktober 2014

Sistem Operasi

Tahapan Instalasi Ubuntu


Disini saya akan mencoba membuat tutorial instalasi Ubuntu versi 14.04.1
Sebelumnya kita harus memiliki installer Ubuntu pada flashdisk, cd, maupun perangkat lainnya
Ayooooo . . . . mulai instalasinya :)
Berikut adalah tahapan-tahapan instalasi Ubuntu 

  • Pertama, Tahap awal instalasi Ubuntu versi 14.04, kita menunggu proses loading beberapa detik/menit

  • Kedua, kemudian setelah proses loading selesai, akan muncul tampilan seperi gambar dibawah ini.kita akan memilih Bahasa sesuai yang kita inginkan, misalnya disini saya memilih menggunakan Bahasa English, lalu tekan tombol install Ubuntu. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini!



  • Ketiga, Pada tahap selanjutnya kita cukup menekan tombol continu, seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.



  •  Keempat, Selanutnya kita memilih tombol button Something else, kemudian klik tombil continue untuk meneruskan ke tahap selanjutnya


  • Kelima, Klik tombol New Partition table. Pada tahapan ini, kita akan membuat beberapa partisi yang akan berguna sebagai penyimpanan data didalam sistem operasi tersebut.


  • KeenamSelanjutnya akan muncul kotak dialog seperti gambar dibawah ini, dan jika kita ingin meneruskannya maka kli tombol Continu, sebaliknya jika kita ingin kembali makan klik tombol Go back.  Lihat gambar dibawah ini!

  • KetujuhSetelah kita kllik tombol Continu, terdapat bacaan Free space seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.pada tahan ini, kita akan membuat beberapa partisi untuk storage data, diantaranya kita membuat partisi untuk sistem, penyimpanan file dan RAM. Caranya Free space tersebut kita pilih kemudianklik tombo + yang berada pada pojok kiri agak bawah.

  • KedelapanSetelah diklik tombol + , maka akan muncul kotak dialg seperti gambar dibawah ini. Kita harus menentukan size untuk Swap area yang berfungsi seperti RAM, ukurannya sesuai yg kita inginkan saja tetapi tidak boleh melebihi kapasitas hardisk yang tersisa, disini saya memilih type for the new partitionnya primary dan untuk lokasinya pilih end of this space. Kemudian klik tombol Ok.



  • KesembilanSelanjutnya akan terlihat seperti gambar dibawah ini. Selanjutnya kita Akan memilih Free Space dan tekan tombol +.  Untuk tahapan no 8 dan 9, kalian bebas memilih tahapan mana terlebih dahulu yang akan kalian lakukan. Ini tidak akan mempengaruhi sistem yang penting jangan tertukar antar swap dan free space untuk di sistem.

  •     KesepuluhSetelah kita tekan tombol + pada free space akan muncul kotak dialog . Lalu untuk sistem, size untuk partisi yang kita buat ukurannya harus lebih besar, melebihi swap area yang telah kita buat sebelumnya. Pilih type primary dan untuk lokasinya kita pilih Ext4 journaling file system, da nisi kolom mount point dengan tanda /. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini!

  • Kesebelas, Membuat partisi selesai, kemudian kita klik tombol Install now.


  • Keduabelas, Selanjutnya kita akan memilih zona waktu yang akan kita duduki sekarang. Misalnya, karena saya tinggal di Indonesia maka untuk zone waktunya saya memilih Jakarta. Setelah itu klik tombol Continu.



  • Ketigabelas, selanjutnya kita pilih keyboard layout atau jenis keyboard yang sedang kita gunakan sekarang. Saya sarankan pilih tipe data English(us) karena type keyboard yang sering kita gunakan adalah type Qwerty. Lalu tekan tombol Continu.


  • Keempatbelas, Tahap selanjutnya, kita diperintahkan mengisi nama, nama yg dipakai pada computer, username, dan password. Setelah itu pilih require my password to log in. Agar ketika kita login, username dan password kita akan di verifikasi terlebih dahulu. Lihat contoh gambar dibawah ini!

 
  • Kelimabelas, Setelah itu tunggulah beberapa menit untuk mengcopy file ke Ubuntu.

  • Keenambelas, Jika proses copying files selesai, maka akan muncul kotak dialog dan kita klik tombol Restart Now.  Lihat gambar dibawah ini!
  • Ketujuhbelas, Proses Restart dimulai, maka tunggulah beberapa menit. Hingga muncul tampilan awal Ubuntu sepeti gambar dibawah ini.  Untuk login kita menggunakan username dan password yang telah kita buat sebelumnya.

  • Kedelapanbelas, Apabila login berhasil, maka akan muncul tampilan desktop seperti pada gambar dibawah ini. 

SEKIAN ^_^

Selasa, 15 April 2014

Transaksi

Apa itu TRANSAKSI ???





















Secara singkat transaksi adalah  kejadian yang menghasilkan data. Untuk lebih jelasnya Transaksi merupakan bagian dari pengeksekusian sebuah program yang melakukan pengaksesan basis data dan bahkan juga melakukan serangkaian perubahan data. Pada transaksi kita harus mengenal isitilah DBMS. DBMS yaitu mengijinkan banyak  transaksi pada saat bersamaan  untuk mengakses data yang sama . DBMS yang kita gunakan harus menjamin bahwa setiap transaksi harus dapat dikerjakan secara utuh atau tidak sama sekali. Tidak boleh ada transaksi yang hanya dikerjakan sebagian, karena dapat menyebabkan inkonsistensi basis data. Tujuan transaksi adalah menjaga agar data tidak rusak.

 Untuk menjamin agar integritas dapat tetap terpelihara maka setiap transaksi harus memiliki sifat-sifat:
1.     Atomicity      : Semua operasi dalam transaksi dapat dikerjakan seluruhnya atau tidak sama sekali (semua transaksi berhasil atau semua gagal)
2.     Consistency : Eksekusi transaksi harus dapat menjamin data tetap konsisten setelah transaksi berakhir.
3.     Isolation        : Transaksi terisolasi satu dengan yang lain.
4.     Durability     : Setelah commit update harus survive di database

Dua operasi penting pada Transaksi :
1.     Commit         : Memberi tanda bahwa transaksi telah  SELESAI. Update dibuat permanen (bahkan jika setelah commit terjadi kegagalan system)
2.     Rollback        : Memberi tanda bahwa transaksi GAGAL

Setelah anda tahu materi transaksi, anda bisa mencoba  program nya J
Anda bisa lihat contoh program transaksi yang terdapat di internet.

Sekilas script pada program transaksi : 
SAVE POINT
Merupakan titik aman, dimana kita telah menyelesaikan satu atau beberapa transaksi. Fungsinya yaitu agar pada saat kita rollback atau ada transaksi yang gagal, transaksi tidak berjalan dari  awal kembali, tetapi dari save point yang telah kita buat.
Untuk membuat sebuah save point, caranya : SAVEPOINT [nama save point];
setelah itu kita dapat rollback ke save point tersebut dengan cara : ROLLBACK TO [nama save point];

ISOLASI TRANSAKSI
Dalam transaksi database, ada 3 hal yang harus dicegah yaitu :
1.     Dirty Read, Transaksi membaca data dari hasil transaksi lainnya yang gagal. Kedua  transaksi tersebut berjalan bersamaan
2.     Non-Repeatable Read, Transaksi membaca ulang data yang telah di baca sebelumnya karena data tersebut telah di modifikasi oleh transaksi lainnya.
3.     Phantom Read, Transaksi membaca sebuah data yang telah hilang akibat dari transaksi yang lainnya.

Untuk mencegah 3 hal tersebut, maka dalam Oracle terdapat 2 level isolasi yang dapat diimplementasikan, yaitu :
1.     Read Commited ,  transaksi hanya dapat melihat perubahan data setelah transaksi lain telah commit pada data tersebut. (Seperti dalam contoh commit)
2.     Serializable adalah level isolasi yang menyediakan isolasi transaksi yang paling ketat. Level ini mengemulasikan eksekusi transaksi secara serial, menjadikan transaksi dieksekusi satu setelah yang lainnya,seperti secara serial, bukan secara bersamaan (pararel). Tetapi aplikasi yang menggunakan level isolasi ini harus bersedia untuk mengulangi transaksi dikarenakan kegagalan pengserialan transaksi. Saat transaksi berada pada level serializable, sebuah query SELECT hanya melihat data yang di COMMIT sebelum transaksi di mulai; transaksi tersebut tidak akan pernah melihat baik data yang belum di COMMIT atau perubahan data yang terjadi selama eksekusi transaksi oleh transaksi lain yang berjalan pada waktu bersamaan (e.g. saat transaksi ini berjalan, ada transaksi lain yang melakukan COMMIT pada data). Jika pada transaksi dengan level isolaso Serializable mengandung DML (Data Manipulatin Language) yang mencoba untuk meng-update suatu data yang mungkin sudah di update pada sebuah transaksi yang belum di commit pada awal transaksi Serializable, maka perintah DML tersebut akan gagal. Untuk mengaplikasikan level isolasi Serializable, adalah dengan menggunakan perintah :
SET TRANSACTION ISOLATION LEVEL SERIALIZABLE;

Isolai level ini mencegah terjadinya Phantom Read